Is it Tantrum? (Part2)

​Not a tantrum!
Glad to find out that what he did or the phase he is now is not a tantrum.

Ternyata cuma rewel-rewel lebay drama mama gitu. Ya maklum ya, namanya ibunya masih baru ahaha kaga bisa bedain dah.

Jadi kata temenku kalau tantrum itu sampe tu anak guling-guling dan ga bisa diapa-apain.
Bener ga sih? Sharing dong teman-teman.
Btw, ini Arin lagi nungging (hahahaha) minggu lalu dirumah mbah. Kata temen (lagi) bentar lagi jalan. Eh bener, beberapa hari lalu mulai jalan sendiri walaupun 1-5langkah. Tapi hari ini udah nyampe 12 langkah. Yeaaay! Arin hebat 😘😘 #milestone #babyboy #boy #son #motherslife #momofboys #momslife #mommy #motherhood #mommymoment #motherhood #parenthood #ig_story #ig_captures #ig_mood #ig_daily #dailylife

Advertisements

Is it Tantrum?

​Muke lu, Nak!
Jangan tertipu dengan muka sok iyenya Arin yang ini. Kemarin dia ikut Ibu ke kawinan di daerah Da
go, si Papa sedang tugas. Sayangnya hujan deras.
Untuk kedua kalinya, Arin tantrum ditempat umum.

Tantrum karena udah punya keinginan tapi ga bisa ngelakuin buntutnya marah-marah sendiri sambil berontak-berontak. And all eyes were on me. Omg.
Kesel? Iya lah. But anyway, udah dikasih penjelasan juga ke si kecil, dan Ibu segera mencari lobi yang agak kering dan ada anak tangganya biar dia bisa explore.
Ibu? Inhale exhale sambil lepas sepatu hahahaa. Kalau anak tantrum bete ya, tapi kalau bisa ngomong/marahnya pas berdua aja, kalo kelepasan marahnya, jangan lupa minta maaf dan kasih penjelasan. 

Ngomong gampang, praktek susah bo.
Oh my!
#motherslife #momlife #momslife #mom #mommy #son #boy #date #momofboys #ceritaarinaksa #ceritaibuarinaksa

Celoteh Ibu

Kadang saya merasa jadi ibu rumah tangga tuh ngapain aja ya.

Seperti hari ini saya habis berbincang melalui telefon dengan ibu saya. Tentunya sebenarnya dia mau dengar suara cucunya dong. Lalu beliau bertanya pada saya “Udah bisa blom dia nunjuk idung atau kuping? Kamu dulu beberapa bulan udah bisa loh”

Saya lalu tercenung. Karena seharian ini kok selalu tentang perkembangan anak ya. Pagi ini saya melihat anak dari salah satu sahabat saya yang hanya terpaut 5 hari saja dengan Arin. Waaaah, sudah berani jalan sendiri tidak berpegangan lagi. Dan lumayan cepat pula. Pun saya melihat video dia makan sendiri, sayur, mie, pintar sekali dia. Ga pake dibuang-dibuang. Well, itu di video yang saya lihat ya.

Lalu video selanjutnya, anak teman saya yang memang terpaut  kurang lebih 5 bulan. Dia juga mulai berjalan dengan hebatnya, makannya pun pintar.

Berkali-kali saya selalu mengingatkan diri kalau perkembangan anak itu berbeda-beda. Mereka akan memilih waktu dan caranya sendiri untuk menunjukkan kebolehan mereka.

Tapi namanya manusia, kadang tetap aja ya kepikirian. Apalagi saya yang nota bene hanya dirumah saja. Membuat saya bertanya-tanya sebenarnya selama ini apa saja sih yang saya sudah saya lakukan buat anak saya? Apa sudah cukup?

Jujur saja, kadang saya bosan memasak. Lebih tepatnya jadi bingung masak karena keadaan kulkas yang kurang bisa dingin jadi bahan makanan tidak awet. Tapi itu tidak bisa dijadikan alasan ya. Harusnya ya saya kan bisa aja bangun lebih pagi setiap hari dan mencari sayuran yang ada di pasar. Kalaupun tidak ada seharusnya saya bisa minta tolong suami untuk membelikan saat dia pulang melewati supermarket dekat rumah kami.

Kadang saya pun terlalu asik mengulik rencana-rencana apa saja yang ingin saya lakukan dengan anak saya kalau dirumah, tapi tidak sengaja justru saya malah melewatkan hari itu dengan asyik sendiri browsing.

Saya jadi sedih sendiri karena tidak menjadi ibu yang benar, dimata saya sendiri.

Tadi sore saya bercakap-cakap dengan ank saya. Mungkin lebih tepatnya saya ngomong sendiri bikin janji sama anak saya. Saya bilang kalau tv hanya akan saya nyalakan malam hari menjelang tidur, dan sepanjang hari saya akan coba untuk tidak menyalakan tv dan memilih untuk bermain dan lebih banyak berbicara dengan dia.

Berbicara dengan anak merupaka salah satu stimulasi utama anak untuk belajar bicara, tapi akan terganggu karena tanyangan tv. Dia akan terdistraksi dan akan memilih mendengarkan suara dari tv ketimbang suara kita.

Duh Tuhan Jesus, saya jahat banget ya sama Arin, seperti menyia-nyiakan waktu dia. Sudah hamper umur 1 tahun loh ini anak. Pokoknya, I promise to give him my time, the best of my time and to give him a childhood to remember, a fun childhood yang semoga bisa dia ingat dan teruskan pada keturunannya kelak.

Maafkan Ibu ya Arin. From now on, we will have fun. More fun J and God will help me through it all.

Sedih juga kalau membayangkan, apalagi setelah mendengar kalau anak laki-laki dekat sama Ibunya ga lama-lama banget. SD aja mungkin sudah ogah untuk bermanja-manjaan. Makanya, Arin,mari manja-manja sama Ibu selama kamu mau yaaaa.

I Love you.

 

Ibu

09Sep2016

#celotehibu

Ikan Mujair Goreng Sambal Dabu-dabu

This recipe i found it on cookpad. I love this apps so much. Since i have a very basic knowledge in cooking, this apps helps me a lot in giving me idea what to cook and simple instructions to follow.

My husband told me that this particular recipe is one of his favorite, so i need to write it down or else it will be a history.

It will be in Bahasa Indonesia, so you need to translate

and i will put the picture later on.

Ikan Mujair Goreng Sambal Dabu-dabu

Bahan

2 ekor ikan mujair

garam dan kaldu bubuk jamur secukupnya untuk marinasi

1 atau 2 jeruk nipis

Bahan Sambal Dabu-dabu

10 cabe rawit

1 tomat merah

1 jeruk nipis

3 daun jeruk, potong kecil-kecil

3 sdm minyak goreng panas bekas memasak ikan

Cara membuat:

  1. Bersihkan ikan, buang sisik dan bersihkan isi perutnya. Balur dengan jeruk nipis, diamkan beberapa saat, bilas kembali. Kemudian balurkan garam dan kaldu bubuk, diamkan sekitar 10 meni atau lebih. sayat-sayat ikan agar bumbu mudah meresap.
  2. Goreng ikan hingga kering dan berwarna coklat keemasan.
  3. Untuk sambal, potong kecil-kecil semua bahan dan jadikan satu ke dalam wadah. Beri 3 sdm minyak goreng panas bekas memasak ikan sebelumnya, aduk-aduk semua bahan sampai tercampur.
  4. Hidangkan ikan dan sambal dabu-dabu dengan nasi hangat,
  5. Siap disantap

 

 

Selamat menikmati!

This recipe is based on Ibu Trixie’s on Cookpad. Tx Ibu!

Mother

Who would have thought that being a mother is exhausted? My mom never told me that.

As long as I live, I always see her get everything done in order and the way she wanted. The pile of laundries, the stacks of dirty dishes, not to mention she needed to cook and cleaned the house all by herself. And she worked. What a mom!

When I was a kid, I remembered, I thought my mom was a snow white, because she has a fair skin, well at least compared to me hahaha, the way she speaks, her gestures and many more. She was and is, my wonder woman.

Now, I look at my life as a mother of 1, and I think I am a wonder woman, too. I wonder where I should start first, every day. I wonder how to get everything done. Really, a mother is a tough job. It is tougher than my job as a teacher, cabin crew, even a hotelier. This so called assignment, asked 24/7 of your time. Demand your time and consume you. I made it sound scary, didn’t I?

Don’t get me wrong, I love being a mother, despite all the chaos things happen in my little house. It is the highest achievement I could ever have in my life.

I just learn how to cook when I had a baby. I was literally started cooking when Arin Aksa hit 6 months old, because he already started to eat solid food by then. I cook for my husband, too. And surprisingly, he loves my cooking, even not all of them.

I tried to wake up early in the morning, but still fail in doing it lately as I love to sleep, obviously. I went to the market after I woke up, cleaned up the house after I reached home, if Arin had not wake up yet. And the rest, I still try to do things when my baby awakes. Not that easy, you know.

At least, I can clean the house, cook and take a quick shower everyday hahha. I am not the best, as I said, but I know I will get better every day. And besides, I can get to look at my son every minute every day, watching him grows, in front of my eyes. His smile and my husbands are my best medicine so far. Oh and hugs will do, too.

So, who’s with me?

Oh, how I wish my mom is here sometimes….

 

#randomthoughts Ibu, Bali, 26 July 2016

 

Prolog

It’s been a while for me to type or to pen down any stories, that’s include fiction, or even my own story in a diary kind of thing. It’s not because I don’t have time. Believe me, I have plenty.

However, I’m still trying to juggle everything up. There are lots of things has happened to me, putting my world upside down, but so far, I’m loving it, and I have no regret in any of it.

For right now, it all changed from me..me..me, to we..we..we..

Changing the mind set was not as easy as you were flipping you hair, hahaha. It’s a process. A life time process.  And this blog are full of that process.

Hopefully this blog will be exist long enough, so our kids and grandchildren can get something to learn from.

 

Oh, and most of the story, will be written by me, the mom.

Have a fantastic life, all!